Kepala Pondok Pesantren (Head of Islamic Boarding School – رئيس بوندوك المدارس الإسلامية الداخلية) Yanuris Linggapura, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.Phone:  +628563000178, E-mail : ch.romas.linggapura@gmail.com

Pendahuluan

Sudah terlalu banyak cerita di seluruh dunia yang menggambarkan syaitan, Iblis dan Jin sebagai makhluk halus yang kebanyakan sangat menakutkan. Mereka digambarkan bisa mengganggu manusia sesuka hatinya sedangkan manusia tidak bisa berbuat sesuka hatinya terhadap mereka. Mereka dianggap bisa melihat kita, sedang kita tidak bisa melihat mereka, kecuali kalau mereka mau, dalam wujud yang biasanya menakutkan kita. Apalagi banyak cerita orang yang pernah melihat mereka dalam wujud seperti peri, kuntilanak, tuyul, leak dan lain-lainnya. Cerita seperti itu sudah berkembang sebelum Islam datang.

Syaitan

Sebagian kaum muslim percaya bahwa syaitan adalah makhluk gaib sebagaimana Jin yang juga bisa berubah-ubah bentuk, tetapi dalil yang kuat tentang hal ini tidak ada.
  1. Dalam Al-Qur’an QS. 4 : 117 dikatakan bahwa berhala – berhala ( Inas ) adalah syaitan yang durhaka.Tentang hal ini tafsir Al-Mishbah karangan M. Quraish Shihab menerangkan:
    • Berhala itu adalah al-Lata dan al-Uzza yang disembah oleh suku Quraisy, serta Manat yang disembah oleh suku Aus dan Khazraj.
    • Imam Bukhari menjelaskan bahwa maksud kata Inats adalah benda-benda tak bernyawa, seperti batu dan semacamnya, sehingga pada akhirnya ia diartikan dengan berhala.
  2. QS. 6 : 112 disebutkan syaitan dari jenis Jin dan syaitan dari jenis manusia yang memusuhi nabi-nabi.Sebagian mereka mengucapkan kata2 indah kepada yang lain untuk memperdaya/menipu. Disini terkesan manusia dan jin saling mengerti apa mereka katakan
  3. Dalam suatu hadis dikatakan oleh Nabi: ” Syaitan adalah ruh jahat, disebut demikian karena jauhnya ia dari kebenaran dan kebaikan. “. Dalam suatu hadis lain Nabi berkata : ” menguap (mulut) adalah dari syaitan.” Menguap adalah tanda kurang tidur, kelelahan atau bahkan tanda seseorang akan pingsan. Jadi tanda yang tidak baik untuk seseorang
  4. QS 12 : 5 berbunyi :” Dia ( Nabi Ya’kub ) berkata : ” Hai anakku (Yusuf) janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara – saudaramu karena ( jika mereka mengetahuinya) mereka akan membuat tipu daya besar terhadapmu tipu daya besar yang tidak dapat engkau elakkan ). Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia. ” (dari tafsir Al-Mishbah, M Quraish Shihab). Jadi syaitan yang dimaksud dalam ayat ini adalah sifat cemburu, iri dan dengki dari saudara – saudara Nabi Yusuf yang akan timbul kalau mimpi itu diceritakan kepada mereka. Dalam kejadian ini tidak ada syaitan lain (benda tak bernyawa, manusia atau Jin) yang ikut terlibat.
  5. QS 28 : 15 menerangkan setelah Nabi Musa menyesal karena telah membunuh seseorang yang bukan dari golongannya yang sedang bertengkar dengan seseorang dari golongannya, maka ia berkata : ” ini pekerjaan syaitan ” Jadi membela golongannya dengan cara membunuh adalah pekerjaan syaitan, artinya perbuatan yang sangat tercela.
  6. Yang menggelincirkan Adam dan Hawa dari surga dengan makan buah Khuldi adalah syaitan ( QS 2 : 36 ) tidak dijelaskan apakah syaitan dari Jin ( Iblis ) atau syaitan nafsu serakahnya sendiri yang mengira dengan makan buah tersebut justru akan mendapatkan kehidupan dan kerajaan yang kekal (QS 20:120 )
  7. Dalam suatu hadis dikatakan: “Diriwayatkan dari 1bn Az-zubair dari Jabir bin Abdullah, katanya : “Rasulullah saw memerintah kami untuk membunuh anjing, sampai – sampai ada seorang wanita yang datang dari dusun membawa anjing yang kemudian kami bunuh. Kemudian Nabi saw melarang kami membunuh anjing, seraya mengatakan bunuhlah yang hitam legam dengan dua titik putih ( di atas matanya) sebab dia adalah syaitan.”. Dari buku Dialog dengan Jin muslim karangan Muhammad Isa Dawud tahun 1992 halaman 122. Orang menganggap anjing model seperti itu adalah penjelmaan syaitan, padahal syaitan dalam hadis itu bisa diartikan anjing yang berbahaya, galak dan suka menyerang.
  8. Dalam shahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah, katanya ” Rasulullah saw menugaskan aku untuk menjaga zakat bulan Ramadhan. Tiba-tiba datang seseorang dan mengambil (bahan) makanan yang ada di situ. Karena itu aku menangkapnya, lalu aku berkata kepadanya : ” akan kuserahkan engkau kepada Rasulullah saw ” orang itu menjawab, ” aku sangat membutuhkan makanan, dan aku punya keluarga.. Aku betul – betul sangat membutuhkan makanan. ” Karena itu dia ku lepaskan.
    Esok paginya, Rasulullah SAW bertanya kepada ku, ” Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawanan mu kemarin ? “Ya Rasulullah, orang itu mengeluh bahwa dia sangat membutuhkan makanan, dan ia mempunyai keluarga. Saya kasihan kepadanya. Karenanya dia saya lepaskan,” jawabku. ” ketahuilah, bahwa dia membohongimu dan dia pasti akan kembal lagi” kata Nabi ” Aku memang yakin bahwa dia bakal kembali karena ucapan Rasulullah saw. Karena itu , aku mengintainya. Ternyata dia betul – betul kembali, dan mengambil makanan. Aku menangkapnya, dan mengatakan kepadanya, ” Aku akan menyerahkan mu kepada Rasulullah saw.”. “Lepaskanlah aku, karena aku betul – betul butuh makanan, dan aku punya keluarga. Aku tidak akan kembali lagi, ” katanya. Aku kasihan kepadanya karena itu dia kubiarkan pergi.
    Esok harinya , Rasulullah saw bertanya kepadaku, ” Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu itu?” katanya ” Wahai Rasulullah, lagi – lagi dia menyampaikan keluhannya, bahwa dia sangat membutuhkan makanan dan dia punya keluarga. Saya kasihan melihatnya karena itu dia saya biarkan pergi. Wahai Abu Hurairah, ketahuilah bahwa sesungguhnya dia telah berbohong kepadamu, dan dia pasti akan kembali, ‘* kata Rasulullah saw.
    Untuk ketiga kalinya saya mengintai dia, dan dia betul – betul kembali. Ketika dia mengambil makanan, aku segera menangkapnya, lalu aku berkata kepadanya, ” Aku akan membawamu kepada Rasulullah saw. Ini sudah yang ketiga kalinya. Engkau mengatakan tidak akan kembali, tetapi ternyata engkau kembali lagi”. “Biarkan aku pergi, dan aku akan mengajarkan mu kalimat yang dengan itu Allah akan memberikan manfaatnya kepadamu.” ” apa itu ? ” tanyaku. ”Apabila engkau pergi tidur, bacalah ayat kursi hingga selesai. Jika engkau membacanya niscaya engkau diberi penjaga oleh Allah, dan setan tidak akan mendekatimu hingga subuh.” katanya.
    Kulepaskan dia, dan esok paginya kembali Rasulullah saw. bertanya kepadaku, Wahai Abu Hurairah apa yang dilakukan tawananmu itu?” ” Ya Rasulullah, dia mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang dengan membacanya Allah akan memberikan manfaat kepadaku. Karena itu dia aku lepaskan, ” Jawabku. “Kalimat apa itu?” tanya Rasulullah saw. “Dia mengatakan kepadaku bahwa jika saya pergi tidur, hendaknya aku membaca Ayat Kursi hingga habis. Kalau aku membacanya, maka Allah akan memberikan penjaga kepadaku, dan setan tidak akan mendekatiku hingga subuh.”( para sahabat memang sangat bersemangat dalam melaksanakan kebaikan). Nabi saw berkata kepadaku, Ketahuilah bahwa dia mengaku telah memberimu bacaan, sungguh itu adalah dusta. Tahukah engkau, wahai Abu Hurairah, dengan siapa engkau berbicara tiga hari berturut – turut ini ?” ” Tidak, ” Jawabku. Dia adalah setan, ” kata Rasulullah saw.”.
    Banyak orang yang mengartikan bahwa dia adalah syaitan yang menjelma jadi manusia, sebab mungkin sisa – sisa pemikiran jahiliyah dalam benak mereka yang serba berbau mistik masih berkembang. padahal kalau diartikan secara logis saja syaitan dalam konteks di atas adalah sosok orang jahat yang suka mencuri dan suka berbohong.
  9. QS. 41 : 29 menyebutkan bahwa besok di hari akhirat orang – orang kafir berkata ” ‘Tuhan kami, perlihatkan kepada kami kedua jenis makhluk yang menyesatkan kami dari golongan Jin dan, Manusia, agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami, supaya keduanya menjadi orang – orang yang terhina.”. Dari permintaan orang kafir tersebut kepada Tuhan tidak ada penggoda mereka dari makhluk jenis syaitan tetapi hanya dari jenis manusia dan jenis Jin saja.

Kesimpulannya adalah bahwa syaitan itu bisa berupa benda yang tidak bernyawa, Jin, manusia atau perbuatan – perbuatan / sifat – sifat atau tanda tanda yang tidak baik. Jadi syaitan bukanlah makhluk halus tetapi hanya merupakan lambang keburukan yang berpengaruh terhadap manusia dan alam semesta ini. Kepada manusia, dia akan merangsang timbulnya nafsu – nafsu jahat yang masih terpendam dalam jiwanya, sehingga kemungkinan lepas kendali. Tanpa digoda syaitan-syaitan lain pun kadang-kadang pikiran dan emosi sendiri tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya sendiri atau bahkan bisa – bisa dialah salah satu syaitan jenis manusia itu yaitu apabila perbuatan – perbuatannya buruk dan mengajak kepada keburukan.

Bagi mereka yang tidak kalah oleh godaan syaitannya sendiri atau syaitan – syaitan lainnya pastilah akan menjadi orang yang memiliki akhlak karimah / akhlak yang luhur, dan pintu taqwa akan terbuka lebar baginya.

Iblis

lblis adalah syaitan dari bangsa Jin ( QS 18 : 50 ) yang membangkang terhadap perintah Allah untuk bersujud dan tunduk kepada Nabi Adam. Mungkin Iblis mempunyai sifat seperti manusia yang suka iri dan dengki. Dia iri mengapa justru Adam dan keturunannya yang dimuliakan dan di jadikan Khalifah di bumi, mengapa bukan dirinya dan bangsanya, padahal dia dan bangsanya diciptakan Allah dari bahan – bahan yang menurutnya lebih baik dari Adam. Apalagi mungkin merasa bangsanya diciptakan lebih dulu dari bangsa manusia ( QS 7:12, 15 :27 dan QS 2 : 30). Oleh karenanya dia kemudian merasa frustrasi dan ngambek dan membangkang perintah Allah untuk bersujud dan tunduk kepada Adam.
Setelah dia divonis Allah sebagai terkutuk dan laknat maka dia sangat kecewa dan, untuk melampiaskan kekecewaannya , dia akan balas dendam kepada semua manusia yang beriman untuk menggoda hati mereka dengan cara memperindah kejahatan seolah – olah seperti suatu kebaikan sehingga banyak yang akan tertipu dan akan terjerumus, dan berusaha untuk menyesatkan mereka semua dari jalan Allah ( QS15 : 31-39).
Iblis adalah bangsa Jin yang hidup semasa Nabi Adam dan termasuk syaitan yang umurnya terbatas mungkin lebih pendek dari umur Nabi Adam karena Adam adalah khalifah di bumi yang dipersiapkan oleh Allah. Andaikan iblis mempunyai keturunan, sebagai bangsa Jin tentunya ada yang seperti ayahnya ( kafir dan jahat) tetapi mungkin ada pula yang mukmin dan bahkan mungkin ada yang jadi Rasulullah ( QS 6 : 130 ) dari antara ribuan Nabi dan Rasulullah.

Memang ada permintaan iblis untuk ditangguhkan kematiannya sampai hari kiamat (Q.S. 15:36). Dijawab oleh Allah bahwa ia ditangguhkan kematiannya sampai waktu yang ditentukan (Q.S. 15:37-38). Menurut Ibnu Jarir, Ath-Thabari dengan jawaban Allah seperti itu, berarti permintaan iblis ditolak, sebab terlalu hina untuk menerima permintaannya. Ibnu Katsir berpendapat lain. Permintaan Iblis diterima karena ada hikmah, iradah dan kehendak yang tidak dapat ditolak. Dan Dia Maha Cepat Perhitungannya. Demikian penjelasan Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah.

Menurut penulis, permintaan iblis itu menyalahi sunnatullah / hukum alam, bahwa bangsa manusia dan jin lahir-hidup-tua dan mati sebagaimana para nabi sesuai dengan sunnatullah. Hal-hal yang di luar sunnatullah / hukum alam hanya diberikan kepada para nabi sebagai mukjizat. Pantaskah iblis jahat itu diberi mukjizat, tidaklah mungkin dengan alasan apa pun. Wallahua’lam.

Jin

Jin ( Bahasa Arab) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi tersembunyi atau tidak terlihat. Dalam Islam ( sebagian besar kepercayaan umat Islam , Peny. ) dan dalam Mitologi Arab pra Islam, Jin adalah satu ras makhluk yang tidak terlihat dan diciptakan dari api (wikipedia.org.)
Gambaran Jin dalam Al – Qur’an sangat banyak persamaannya dengan manusia (An-Naas) dibanding dengan data tentang perbedaannya. Apakah hal ini merupakan indikasi bahwa Allah ingin mengubah pandangan kita tentang gambaran Jin seperti yang dipercaya orang sebelum datangnya Islam. Wallahu a’ lam. Kegaiban/tidak kasat matanya Jin tidak jelas diterangkan dalam Al-Qur’an . Dalam Al-Qur’an, QS. 7:27 yang menerangkan bahwa : “ia dan pengikutnya bisa melihat kamu dari suatu sisi/tempat sedang kamu tidak bisa melihat mereka adalah penjelasan mengenai Syaitan bukan Jin sehingga Adam dan Hawa tertipu olehnya.
Yang jelas yang berhasil menggoda Adam dan Hawa adalah syaitan ( QS. 2:36) tidak dijelaskan apakah syaitan jin ( Iblis) atau syaitan hawa nafsu serakah yang ada dalam diri Adam sendiri, yang mengira bahwa dengan makan buah khuldi itu akan mendapatkan kehidupan dan kerajaan yang kekal (QS. 20:120 ). Yang telah menggoda Adam kemungkinan bisa juga Iblis dengan catatan bahwa Adam belum mengenal siapa dia yang sebenarnya dan pasti dia mengira Iblis adalah orang baik – baik bukan syaitan jahat. Itulah mungkin maksud ayat di atas, yaitu bahwa dia ( syaitan) melihat kita sedang kita tidak melihat dia dari satu sisi/tempat,artinya Iblis tahu persis bahwa yang digodanya adalah Adam Nabi Allah, sedang Adam dan Hawa tidak kenal dan tidak tahu latar belakang Iblis yang sebenarnya, pastilah dikiranya orang baik – baik. Kalau Adam tahu, bahwa Iblis itu syaitan, dan dia mau mengikutinya, berarti dia bodoh tak pantas jadi Nabi.
Tetapi sepertinya Adam sudah dikenalkan kepada Iblis oleh Allah yaitu pada (QS. 20 : 116 -117) yaitu ketika Malaikat semua sujud kepada Adam kecuali Iblis, Allah berfirman kepada Adam : “( orang ) ini adalah musuh mu dan istrimu, janganlah sampai ia mengeluarkan mu dari surga” Kalau demikian berarti yang mengeluarkan Adam dari surga bukanlah syaitan Iblis tetapi syaitan nafsu serakah dalam diri Adam sendiri. Kesalahan Adam ini telah diampuni oleh Allah ( QS. 20 : 122 ).

Persamaan Jin dan Manusia dalam Al-Qur’an

  1. QS. 6 : 130, menerangkan ada Rasul dari bangsa Jin dan Manusia. Tidak ada keterangan bahwa Rasul Jin hanya untuk bangsa Jin saja. Jadi keduanya sama sama bisa jadi Rasulullah.
  2. QS. 7 : 179, jin mempunyai hati nurani/pikiran,mata dan telinga. Jin dan manusia sama – sama diumpamakan seperti hewan, yaitu bagi keduanya yang tidak mau menggunakan hati nurani,mata dan telinga dengan sebaik – baiknya, bahkan bisa lebih rendah dari hewan. Perumpamaan tersebut menggunakan bukan benda gaib, yaitu hewan benda nyata.
  3. QS. 27 : 17, sama – sama bisa jadi tentaranya Nabi Sulaiman. Tentunya sesama tentara harus bisa bekerja sama. Bagaimana bisa bekerja sama,kalau jin makhluk gaib.
  4. Dalam surat AR- RAHMAN dimana Allah berbicara kepada jin dan Manusia secara bersama menyatakan :
    1. QS. 55 : 10 – 13, menyatakan jin dan manusia sama sama suka terhadap makanan : buah-buahan, kurma dan biji-bijian, juga suka wangi-wangian.
      Kalau jin makhluk gaib manusia akan banyak kehilangan secara misterius makanan – makanan mereka karena dicuri oleh jin – jin jahat kenyataannya tidak pernah terjadi
    2. QS. 55.22 – 23 menerangkan sama- sama suka perhiasan mutiara dan marjan yang dihasilkan dari laut.
      Belum pernah terdengar berita adanya kehilangan secara misterius,berulang-ulang di peternakan mutiara atau perhiasan lainnya di museum atau di tempat lainnya, sebab jin bisa mencuri sesuka hatinya karena dia tidak terlihat oleh mata.
    3. QS. 55 : 33, menerangkan sama – sama ditantang untuk mengarungi angkasa luar dengan kekuatan masing-masing.
      Jadi masing-masing mempunyai ambisi menaklukkan angkasa luar. Walaupun ayat ini menurut sementara penafsir bukan berarti perintah untuk mengarungi angkasa luar,tetapi setidak-tidaknya menunjukkan ada potensi pada manusia dan jin untuk mengarungi angkasa luar, walaupun tidak cukup besar dibanding luasnya alam raya ini.
    4. jadi baik manusia dan jin dengan ambisinya itu pasti mereka punya ilmu untuk menaklukkan angkasa luar. kalau Jin dianggap makhluk gaib bagaimana mereka belajar, sekolahnya bagaimana, gedung-geduna sekolahnya bagaimana, bagaimana mereka bisa mencapai tingkat keilmuan tertinggi ( kalau kita S3 nya ). Sulit bisa dibayangkan bahhwa mereka gaib.Pastilah mereka sama dengan kita semua.jadi persepsi bahwa jin adalah gaib sulit diterima akal.

    5. QS. 55 : 35, sama – sama bisa merasakan panasnya api.
    6. QS. 55 : 41 bagi para pendurhaka sama – sama bisa direnggut ubun – ubun dan kaki -kaki mereka oleh Malaikat kelak di hari kiamat. Jadi kira- kira bentuk jin dan manusia serupa ( lihat juga QS. 7 : 179)
    7. QS.55 : 48-57, sama – sama bisa merasakan indahnya surga lengkap dengan kasur-kasurnya yang terbungkus sutera-suteranya, dengan bermacam-macam buah yang sangat dekat untuk mengambilnya dan dengan bidadari-bidadarinya yang belum pernah disentuh oleh manusia dan jin.
      Ini berarti sama-sama bisa merasakan keindahan surga dan, sutra – sutranya, sama-sama suka kepada bermacam-macam buah-buahan dan sama-sama berminat menyentuh bidadari-bidadari tersebut yang tentunya tidak sekedar cuma menyentuh,tetapi bisa lebih jauh dari itu.
    8. QS. 55 : 76-77 menerangkan : sama-sama merasa senang bertelekan di atas bantal – bantal hijau dan permadani yang indah.

Perbedaan Jin dan Manusia dalam Al-Qur’an

Perbedaan antara Jin dan Manusia hanyalah terletak pada bahan penyusunan tubuhnya, manusia dari unsur-unsur tanah (QS.7 : 12 dan QS. 17 : 26) dan Jin dari nyala api / Marij (QS. 55 : 15 ) yang sangat panas / as-Samum (QS. 15:27).
Dalam buku Dialog dengan Jin Muslim karangan Muhammad Isa Dawud cetakan ke 12 halaman 23 dikatakan:
” berkenaan dengan makna Al-Marij (nyala api), imam An-Nawawi mengatakan, ” yaitu jilatan api (al-Lahab) yang bercampur dengan hitamnya api.” Sementara itu, At-Thabari menyatakan ” al-Marij ialah sesuatu yang bercampur satu sama lain antara merah,kuning dan biru, berdasar ucapan orang-orang Arab yang mengatakan marij amar al qawm yang berarti urusan kaum itu bercampur aduk.”
Disebutkan juga dalam halaman yang sama:
“Sementara itu, Abu Ubaidah dan Al-Hasan menyatakan ” Al-Marij adalah campuran api. Ia berasal dari “marija” yang berarti bercampur baur.” Al – Jauhari dalam Al-Shihah menyatakan bahwa yang dimaksud dengan marij min-nar adalah api yang tidak berasap yang dari itu jin diciptakan.”
Antara tanah dan api yang sangat panas sebenarnya tidak jauh bedanya,sebab api hanya bisa terjadi dari unsur-unsur tanah yang,dipanaskan pada suhu tertentu yang bereaksi dengan zat asam,contohnya magma,leburan besi,kayu,minyak dan lain-lainnya,yang semuanya adalah unsur-unsur tanah. Api bisa juga terjadi dari loncatan listrik antara dua kutub yang. berbeda muatan listriknya ( logam,awan dan lain-lainnya ), misalnya antara logam satu dengan logam lainnya,antara gumpalan awan (terdiri dari unsur-unsur air dan debu tanah) yang satu dengan gumpalan yang lain, antara gumpalan awan dengan benda-benda yang menonjol di bumi (pohon, rumah dan lain-lain), antara gumpalan awan dengan benda-benda logam yang menonjol di atas bumi yang tidak mempunyai penyalur/konduktor arus listrik ke bumi sebagaimana alat penangkal petir. Contohnya, petani di sawah yang memegang cangkul gampang sekali disambar petir.
Di antara macam-macam api di bumi ini yang paling panas,yang diketahui manusia pada saat turunnya Al-Qur’an adalah magma(cairan tanah,batu dan logam-logam lainnya yang ada di bumi).
Magma ini memenuhi kriteria al-Marij karena merupakan api campuran dari bermacam-macam logam(silikat,besi,nikel,magnesium,kalsium dan lain-lain) dan sangat panas/As-Sarnum sampai 2.000°C ( yang belum keluar ke permukaan bumi ). Sebagai api yang sangat panas tentu saja tidak akan berasap. Magma yang menyembur dari gunung berapi jadi lahar panas (1.000°C – 1.200°C) dari padanyalah jin diciptakan. Kalau lahar sudah dingin jadi tanah biasa, ini adalah bahan untuk menciptakan manusia.Api dari magma inipun susunanannya sama dengan unsur2 bahan magma yang terbakar itu. Inilah unsur2 yang menyusun tubuh Jin yang notabene sama dengan unsur2 tanah, bedanya hanya dalam keadaan terbakar dengan suhu tinggi.
Unsur-unsur api yang sangat panas dari magma mengandung unsur=unsur yang sama dengan magma itu sendiri yaitu zat-zat yang ada ditanah .
Dengan demikian manusia dan jin mempunyai bahan penyusun tubuh yang sama yaitu tanah. Hanya saja jin diciptakan dari unsur-unsur tanah yang masih membara,sedang manusia dari unsur-unsur tanah yang sudah dingin. Sebagai gambaran panas api kompor untuk masak adalah di bawah 400°C sebab kalau sampai 419,58°C seng akan mencair/meleleh. Titik lebur seng (Zn) 419,58°C, Alumunium 660,37°C, Besi 1.535°C, sedang magma yang keluar ke permukaan bumi suhunya sampai 1.200°C dan yang masih di dalam bumi sampai 2.000°C (wikipedia.org)

Ayat-Ayat Al-Qur’an yang membuat kita ragu atas kegaiban Jin

0. QS. 6 : 112 menerangkan yang memusuhi Nabi-Nabi adalah syetan Jin dan Manusia yang  saling membisikkan kata2 yang indah untuk memperdaya / menipu . Di ayat ini terkesan bahwa Jin  dan Manusia saling bisa mengerti apa2 yang mereka ucapkan. Kalau Jin gaib mana bisa.

  1. QS. 17 : 88, menerangkan bahwa jin dan manusia diandaikan oleh Allah bekerja sama.
    Kalau memang kenyataannya mereka tidak mungkin bisa bekerja sama karena jin makhluk gaib, mana mungkin Allah mengandalkannya.
  2. QS. 72: 6 ” Ada beberapa laki-laki dari manusia minta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin.
    Kalau jin makhluk gaib mana bisa manusia memilih jin laki-laki untuk berlindung.
  3. QS. 55 : 10 – 13, “jin dan manusia sama-sama suka terhadap makanan: buah-buahan, Kurma dan biji-bijian, juga suka wangi-wangian.”
    Kalau jin makhluk gaib, manusia akan banyak kehilangan secara misterius makanan-makanan mereka karena dicuri oleh jin jahat, kenyatannya tidak pernah terjadi.
  4. QS. 55.22-23, sama- sama sutra perhiasan mutiara dan marjan yang dihasilkan dari laut.
    Belum pernah terdengar berita adanya kehilangan secara misterius,berulang-ulang di peternakan mutiara atau perhiasan lainnya di museum atau di tempat lainnya, sebab jin bisa mencuri sesuka hatinya karena dia tidak terlihat oleh mata
  5. QS. 15 : 42, Iblis ( golongan jin ) dinyatakan Allah tidak mempunyai kekuasaan apapun atas manusia yang bukan pengikutnya.
    Kenyataannya mereka dianggap berkuasa atas manusia karena bisa mengganggu manusia dengan semaunya, sedangkan manusia tidak bisa mengganggu jin
  6. QS. 27 : 38-40, Nabi Sulaiman menanyakan kepada para pembesar negerinya, siapakah di antara mereka yang bisa secepatnya mendatangkan kursi singgasananya Ratu Bilkis,ternyata yang merespon terdiri dari jin dan manusia yang dari majelis itu tidak terkesan adanya makhluk gaib, sama-sama menjadi pembesar kerajaan Nabi Sulaiman yang memang tentara Sulaiman ada dari bangsa jin dan manusia (QS.27:17) yang tentu raja keduanya harus bisa bekerja sama. Bisakah dibayangkan kerja sama model apa kalau sebagian mereka adalah makhluk gaib.Apalagi yang harus dipindahkan adalah kursi singgasana yang notabene adalah barang nyata bukan barang gaib.Apa Jin yang gaib bisa memindahkan barang nyata .Dunia bisa kacau kalau ada Jin yang ngamuk melempar-lempar barang -barang milik kita.
  7. QS.34:12 – 13, golongan jin yang bekerja pada Nabi Sulaiman menghasilkan karya yang nyata, bukan gaib yaitu berupa gedung – gedung yang tinggi, patung-patung,piring-piring besar bagaikan kolam dan belanga-belanga yang tidak bisa bergerak.
    Bagaimana bisa dibayangkan kalau jin itu gaib, padahal hasil karyanya nyata.

Dari semua uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut

  1. Jin dan manusia mempunyai bentuk yang sangat mirip atau bahkan sama,
  2. Jin sudah biasa bekerja sama dengan manusia
  3. Jin mempunyai sifat fisik dan biologis sama dengan manusia

Secara teoritis barangkali bisa dikatakan bahwa jin dan manusia itu merupakan dua makhluk yang sudah bercampur baur jadi satu, dan barang kali letak gaibnya adalah dalam hal diagnosa yang sangat sulit dibedakan di antara keduanya tidak terletak pada kasat matanya. Golongan manusia ( An-Nas ) yang sudah jelas adalah keturunan Nabi Adam. Kalau nabi-nabi sesudahnya semua keturunan beliau, dalam arti tidak ada Rasul keturunan jin maka keturunan beliau yang paling jelas pada waktu ini adalah bangsa Arab dan bangsa Israel yang mempunyai garis keturunan dengan para Nabi. Sedang di luar keturunan Adam tersebut, tentunya keturunan jin yang memang ada lebih dulu dari Adam.

Barangkali untuk mendiagnosa secara ilmiah, yang mana jin dan yang mana manusia atau campuran dari keduanya memerlukan alat yang super canggih yang belum terpikirkan oleh kita. Yang jelas di antara keduanya pasti ada perbedaan yang sangat samar, mengingat bahan pembuatannya sedikit berbeda. Inilah barangkali mengapa jin diberi sifat tersembunyi dari kacamata manusia (An-Naas).
Mengingat istilah yang dipakai Al-Qur’an untuk membedakan dengan jin, Manusia disebut (An-Naas) bukan Al Basyar atau Al Insan, maka kemungkinan perbedaannya terletak dalam segi sosiologisnya, sebab segi fisik,biologisnya dan psikologisnya sama.dengan kata lain basyarnya keduanya sama ,ini terbukti ketika Malaikat diperkenalkan oleh Allah bahwa Adam akan dijadikan Khalifah dibumi mereka melihat Adam seperti makhluk yang sudah ada dibumi yang suka menumpahkan darah dan merusak bumi

Seperti kita ketahui manusia disebut Al Basyar kalau segi fisik biologisnya yang ditonjolkan, dan disebut Al Insan kalau segi psikologisnya yang ditonjolkan. Ketika Allah memberi tahu para malaikat bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah hitam yang kering yang dibentuk ( QS. 15 : 28) istilah yang di pakai untuk manusia adalah kata Al Basyar dan para malaikat melihat Al Basyar ( bentuk fisik dan biologis Adam) serupa dengan Al Basyar yang sudah ada di bumi yang suka merusak dan menumpahkan darah, sehingga malaikat bertanya, ” apakah engkau ciptakan Al Basyar/orang yang suka merusak bumi dan suka menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih dan bertahmid kepada Mu (QS. 2 : 30 ) Al Basyar yang sudah ada di bumi sebelum Adam yang dilihat oleh para malaikat serupa dengan Adam, adalah tidak ada lain kecuali bangsa jin yang memang sudah ada sebelum Adam (QS. 15 : 27 ).

Kalau belum ada contoh kejadian di bumi mana mungkin Malaikat mengetahuinya. Malaikat tidak weruh sadurunging winarah atau tidak bisa mengetahui sebelum ada kejadiannya ( QS. 2:32 )

Siapa Yang Disebut Manusia?

Dari penemuan fosil-fosil manusia modern (homo sapiens) tertua, di Afrika sudah ada 200.000 tahun yang lalu. Di Eropa, Cina, Melanesia sudah ada40.000 tahun yang lalu, di Amerika 14.000 tahun yang lalu, dan di Australia 50.000 tahun yang lalu (wikipedia.org.). Kalau silsilah para Nabi dari Ibnu Katsir ( dari penerbit Mizan ) memang benar adanya maka Nabi Adam baru ada kira-kira 6000 sampai 10.000 tahun SM dengan asumsi umur Nabi-nabi sebelum nabi Isa lebih panjang daripada manusia sekarang.
Menurut catatan sejarah, umur manusia dahulu lebih pendek dari manusia sekarang.

Antropolog Caspari Rachel menyatakan melalui catatan gigi Neanderthal, tim Rachel membuktikan bahwa 30.000 tahun silam tidak ada manusia yang mampu melewati usia 30 dimana manusia menjadi kakek/nenek. Pada manusia Eropa dari zaman batu awal, peneliti menemukan rasio orang tua dengan dewasa muda adalah 20 banding 1, jadi manusia masih hidup ketika cucunya lahir (technologi inilah.com/read/detail/1728342). lnsya Allah tim Rachel belum menemukan fosil nabi-nabi kita dahulu, sebab manusia tertua abad sekarang saja ada yang berumur lebih dari 129 tahun yaitu Tuti Yusupofa,Nemoto asal Pakistan, warga Negara Uzbekistan yang pada tahun 2009 sudah berumur 129 tahun atau lahir pada tahun 1880. Ada nemoto yang lebih tua lagi yang pernah dimuat di majalah Time, yaitu seorang warga Cina provinsi Szechwan bernama Li Ching-yun yang merupakan orang tertua sepanjang sejarah, meninggal pada usia 256 tahun setelah memiliki keturunan pada generasi ke 12, memiliki 23 istri (blogspot.com/2009/05)

Adam dipersiapkan oleh Allah sebagai Khalifah di bumi, tentulah ia ditempatkan pertama-tama bukanlah tempat yang tandus, yang cari makan dan minum saja sulit tentulah tempat di bumi yang kondisinya baik, makanan minuman dan lingkungan cukup baik, apalagi dia sudah diberi Allah ilmu tentang apa saja di bumi mengenai nama-namanya yang tentunya pula sifat-sifatnya dan gunanya dan lain sebagainya (QS. 2 : 31 ), sehingga cara menjaga kesehatannya pastilah juga diberi ilmunya oleh Allah, sehingga pastilah umur Adam lebih panjang dari manusia yang terpanjang umurnya.

Anak cucu Adam yang makin jauh darinya tidak lagi memiliki ilmu kesehatan, ilmu pertanian dan peternakan seperti yang dimiliki Adam karena ilmu Adam tidak ditulis, sehingga lahan produksi makanan yang dikembangkan tidak sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk, makanan makin sulit sehingga umur mereka makin pendek, sampai-sampai mereka berpindah-pindah tempat untuk mencari makanan. Manusia sekarang terus menggali lagi ilmu pertanian dan peternakan serta ilmu kesehatan yang dimiliki Adam sehingga umur manusia sekarang makin panjang. Pada tahun 2005 usia rata-rata penduduk Indonesia 64.5 tahun, diharapkan pada tahun 2010 bisa mencapai 67.4 tahun (www.unair). Usia rata-rata penduduk Jepang dikabarkan sudah mencapai lebih dari 75 tahun.

Dari hal-hal di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa Adam AS bukan manusia atau makhluk yang berbentuk seperti Adam yang pertama di bumi. sebab di belahan bumi yang lain mereka sudah ada jauh sebelum Adam. Hal ini sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an di atas. Jadi bukan hal yang tidak mungkin bahwa Al-Jann (bangsa jin) yang memang diciptakan lebih dulu adalah keturunan orang-orang Afrika, Eropa, Cina, Melanesia, Amerika dan Australia sedangkan sebagai keturunan An-Nas yang ada di daerah timur tengah adalah bangsa Arab dan bangsa Israel yang bapaknya adalah Adam AS. Jadi baik Al-Jann maupun An-Nas adalah sama-sama disebut manusia menurut istilah kita sekarang.

Hadist-hadist yang berkaitan dengan Jin

Dalam hadis Riwayat Bukhari dari Abu hurairah Rasulullah saw berkata:” Sesungguhnya Ifrit dari bangsa Jin telah datang untuk menggodaku semalam agar aku lalai ketika solat, tetapi Allah telah melindungiku darinya sehingga aku dapat menangkapnya.Aku mempunyai keinginan untuk mengikatnya disalah satu tiang masjid hingga waktu pagi supaya kamu semua dapat melihatnya. Namun aku teringat kata-kata saudaraku Nabi Sulaiman : ” Tuhanku,ampunilah aku, berikanlah kepadaku suatu kekuasaan yang tidak akan dicapai seorangpun selepasku. Maka Allah melepaskan Ifrit dalam keadaan hina dan lemah . Dalam Hadis ini disebutkan nama Ifrit dari Jin yang menggoda Nabi. Kalau ini nama persorangan   ya tidak mungkin  sebab Ifrit hidup zaman nabi Sulaiman, pasti sudah mati dulu,sebab umur Jin sama dengan manusia, tidak ada keterangan jelas bhwa Jin bisa berumur ribuan tahun, tetapi kalau Ifrit nama jenis / suku dari Jin masih bisa diterima akal.                                                                                                                                                                         Dalam  buku Dialog dengan Jin Muslim karangan Muhammad Daud halaman 121 disebutkan : ‘di Takhrij, oleh Al – Baihaqi dengan sanad shahih, adapun redaksinya berbunyi sebagai berikut : dari Jabir Ibn Nafir, dari Abi Tsa’labah Al-Khuntsa r.a bahwasanya Rasulullah saw berkata jin terbagi dalam 3 kelompok. Kelompok pertama adalah jin yang mempunyai sayap dan dapat terbang di udara. Kelompok ke dua terdiri dari jin yang berbentuk ular dan anjing, sedang kelompok ke tiga adalah yang bisa berubah bentuk dirinya. Dalam Al-Mustadrok, Al-Hakim meriwayatkan hadis yang senada dengan hadis yang diriwayatkan Al-Baihaqi,Tentang hadis ini Al-Hakim mengatakan bahwa hadis tersebut shahih sanadnya tetapi tidak di takhrij oleh Al-Bukhari dan Muslim”. Hadis-hadis di atas bukan hadis dengan peringkat tinggi sehingga diragukan kebenarannya. Hadis2 mengenai Jin semuanya Hadis2 Ahad yg kita tidak wajib mempercayainya sebagaimana terhadap Hadis2 Mutawati. kalau sesuai dg Al-Qur’an atau akal sehat silakan pakai, kalau tidak seuai ya tolak saja . Wallahu ‘alam.

Dalam Hadis riwayat Bukhari dari Abu hurairah, Rasulullah saw berkata : ” Carikan untukku beberapa buah batu yang akan kugunakan untuk bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan “. Abu Hurairah ra berkata:” Akupun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan disampingnya.Lalu aku menjauh darinya sampai beliau menyelesaikan hajatnya. Aku bertanya :” Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan ? Beliau menjawab . Beliau menjawab : “Keduanya termasuk makanan jin dst  “. hadis ini bertentangan dengan Al-Qur’an 55: 10-13 yang menyatakan Jin dan Manusia sama2 suka buah-buahan, kurma dan biji-bijian dan suka wangi-wangian. Hadis2 lain yang menyatakan tempat tinggalnya Jin ditempat-tempat yang kotor,WC, lobang2 ditanah , tempat2 yang tidak dihuni Manusia , ini semua bertentangan dengan Al-Qur’an surat 55:48-57 dan 55:76-77 yang menyatakan Jin sama dengan Manusia yang bisa merasakan indahnya sorga dengan kasur2nya yang terbungkus sutera dan bermacam-macam buah-buahn yang mudah mengambilnya dan merasa senang dengan bertelekan diatas bantal-bantal hijau dan permadani yang indah.. Jadi Hadis-2 ini termasuk yng patut ditolak kebenarannya. Wallahu a’lam.

Tuyul, Genderuwo, Kuntilanak, Leak, Pocong dan lain-lain

Bagaimana halnya dengan berita adanya orang-orang yang pernah merasa benar-benar melihat tuyul dan lainnya atau mendengar suara-suara gaib. Kalau bukan para Nabi dan Rasul, saya terus terang curiga terhadap mereka. Kalau mereka tidak berbohong, kemungkinan mereka mengalami sebagai berikut :

  1. Halusinasi yaitu merasa melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada
  2. Ilusi yaitu merasa melihat sesuatu tetapi interpretasinya lain dengan yang sesungguhnya. Misalnya melihat pohon tinggi yang cabang – cabangnya digoyang angin, terasanya sebagai melihat raksasa yang melambai-lambaikan tangannya.

Kalau sudah beberapa kali seseorang mengalami hal-hal seperti ini, seyogyanya dia dikonsultasikan kepada dokter ahli jiwa (psikiater) sebab gejala semacam ini ada hubungannya dengan penyakit jiwa tertentu. Adalah akan salah besar kalau kita mengkambinghitamkan adanya jin, syaitan, Genderuwo, Kuntilanak, Leak dan lain sebagainya. Secara tidak sadar kita telah menutup-nutupi gejala penyakit jiwa seseorang yang mengalami hal-hal seperti di atas.

Apalagi kalau sebutan jin, syaitan, tuyul dan semacamnya digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak kita, tentulah akan sangat merugikan perkembangan jiwa mereka kelak di kemudian hari dan jadilah mereka orang-orang yang penakut dan kurang percaya diri dalam menghadapi persoalan dan kesulitan kelak di kemudian hari.

Qarin

Banyak kaum muslimin yang berpendapat bahwa setiap orang ada qarinnya (pendampingnya) yang berupa syaitan dan jin. Jin pendamping kadang muslim kadang kafir. Jin kafir sering mengajak manusia ke arah keburukan dan jin muslim ke arah kebaikan. Mereka berpendapat tubuh manusia bisa dimasuki dan dikuasai oleh jin pengganggu. Untuk itu diadakan Ruqyah yaitu semacam upacara ritual yang konon dari sunah Rasulullah yang tujuannya untuk mengusir jin dari tubuh seseorang. Dalam tafsir Al-Mishbah kar. M Quraish Shihab penjelasan mengenai Qarin(QS.37 : 51) sebagai berikut ” kata (قَرِينٌ) qarin terambil dari kata (  )qarana yang mengandung makna kebersamaan dua pihak atau lebih dalam satu hal yang sama. Sesuatu yang mendampingi pihak lain, dia adalah Qarin dari pihak lain itu dan pihak lain pun menjadi qarin baginya.”

Kalau qarin diartikan seperti itu antara manusia yang nyata dengan syaitan dan jin yang gaib tentu tidak bisa dikatakan qarin, sebab tidak akan ada kebersamaan antara yang nyata dengan yang gaib kecuali dalam arti jin yang tidak gaib dan syaitan yang bukan makhluk gaib pula. Selanjutnya dikatakan dalam tafsir itu :” Ada juga yang memahami kata qarin kepada ayat ini dalam arti setan yang selalu menyertai manusia.” Dalam konteks ini Nabi Muhammad saw bersabda : ” Tidak seorang pun di antara kamu kecuali telah ditetapkan bersamanya qarin/pendamping dari makhluk jenis jin/setan.” Para sahabat betanya : ” Walau engkau wahai Rasulullah ?” “Aku pun demikian, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku sehingga aku selamat (atau dengan terjemahan yang lain) sehingga ia memeluk agama Islam (H.R Muslim dan al-Baihaqi melalui Aisyah r.a)

Dalam hadis ini tercermin seolah-olah yang menyertai Nabi adalah qarin jenis jin yang kemudian masuk Islam walaupun tadinya jadi penggoda Rasulullah. QS. 41 : 25 menjelaskan bahwa qarin-qarin musyrikin Makkahlah yang menggoda mereka, sehingga mereka divonis Allah siksa atas mereka bersama umat-umat terdahulu dari jin dan manusia. Dari ayat tersebut tersirat bahwa musyrikin Makkah disiksa bersama-sama umat jin dan manusia yang terdahulu, pastilah kondisi mereka semua sama yaitu sama-sama mempunyai qarin yang menyesatkan. Jadi baik kaum musyrikin Makkah dan umat dari bangsa jin dan manusia terdahulu tersesat karena masing-masing mempunyai qarin yang menyesatkan dan yang paling tepat dalam hal ini qarinnya adalah setan yang melekat dalam diri mereka sendiri yaitu sifat sombong,serakah,penentang kebenaran,tidak mau memakai akal sehat dan lain sebagainya,bukan qarin jin jahat, sebab tidak ada keterangan bahwa bangsa jin mempunyai qarin bangsa jin juga atau qarin bangsa manusia yang menggangu jin.

Secara logika, rasanya tidaklah masuk akal tentang adanya qarin-qarin dari jin gaib ini, sebab hal ini menyangkut sifat adil dari Allah swt. Ada orang yang diberi pendamping jin muslim dan ada orang lain yang diberi pendamping jin kafir jahat. Masalahnya manusia tidak bisa memilih ataupun menolak jin pendampingnya. Jadi seolah-olah Allah swt  lah yang memberinya.

Mengenai syaitan pendamping manusia, bukan berarti ada makhluk syaitan yang selalu mendampingi manusia sebab dalam diri manusia sudah ada sifat baik dan buruk. Sifat buruk itulah yang disebut syaitan. Suatu saat sifat buruknya tersebut sangat menonjol, apalagi sampai berusaha mempengaruhi orang lain untuk berbuat jahat, pada saat itulah dia disebut syaitan dari jenis manusia. Kalau memang ada jin gaib dan makhluk syaitan pendamping, tentunya ada petunjuk atau do’a dari Rasulullah saw agar diberi Allah pendamping yang menguntungkan berupa jin muslim dan makhluk syaitan yang lemah, atau petunjuk dan do’a khusus untuk mengalahkan jin dan syaitan pendamping. QS. 37 : 51 qarin diartikan teman yang buruk QS. 50 : 23 qarin ada yang mengartikan sebagai malaikat, ada pula yang mengartikan syaitan, tergantung bagaimana memahami ayat tersebut. QS. 50 : 27 , qarin diartikan teman yang jahat ( berupa syaitan manusia atau jin yang nyata atau syaitan yang ada dalam diri sendiri berupa sifat buruk yang terpendam dalam jiwanya, Peny).
Ruqiyah sebenarnya merupakan terapan Psychatherapy pada orang2 yang ada gejala sakit jiwa atau stress berat dengan kambing hitam adanya Jin pengganggu yang masuk dalam tubuh pasien.Kalau pasien percaya bahwa petugas yang me-ruqiyah dirinya memang dianggap mampu “mengusir” Jin kadang2 bisa “sembuh” ( dalam tanda kutip kerena bisa kambuh lagi ).Kalau pasien berat yang tak tahu menahu Ruqiyah ya tidak akan sembuh.Itulah memang sifat Psychotherapy.Terus dibilang Jin-nya terlalu kuat, padahal memang perlu penanganan lain , misalanya perlu bantuan obat2 tertentu
tidak cukup hanya dengan Ruqiyah / Psychotherapy saja. Ruqiyah / Psychotherapi tidak perlu kambing hitam Jin saja.Contoh : Pada tahun akhir 1960 an di Jogja ada Dukun mengaku Penyembuh amandel / tonsilitis chronis tanpa operasi. Pasiennya luar biasa banyak, sampai harus antri 3 bulan.Pasien 2 amandel sepi di rumah2 sakit Jogja dan sekitarnya. dalam “pengambilan” amandel pasien cuma diraba oleh tangan si Dukun dan “keluarlah” amandelnya yang tenyata kemudian adalah hanya kambing hitam saja yang sebenarnya amandelnya kambing beneran, setelah Polisi turun tangan
dan praktek si Dukun ditutp paksa dan menjebloskannya ke penjara. Di Solo ada pasien langganan dari Dr.M.Amin Romas di Kauman mau pindah berobat/operasi ke Dukun tersebut.Sudah dinasihati itu hal tidak mungkin, tapi pasien ngotot.Dokter akhirnya memberi saran agar kalau sudah operasi tolong kontrol kepadanya lagi.Habis operasi pasien benar lapor bahwa amandelnya suda diambil, dan sekarang merasa sehat sekali , makan banyak dan badan merasa fit.Dokter memeriksa ternyata amandelnya besar masih bercokol, tetapi Dokter secara diplomatis mengatakan bahwa nanti kalau kumat agar lapor lagi. 3 bulan kemudian pasien itu lapor bahwa amandelnya kumat lebih  hebat lagi, padahal selama 3 bulan itu badan sudah mrasa sehat, makan sudah enak dan berat badan sudah meningkat, tetapi kemudian daya “sihir” si Dukun sudah habis, dan rasa sakit mulai terasa lagi.Dokter akhirnya menjelaskan keadaan yng sebenarnya dan kebetulan si Dukun sudah ditangkap Polisi  Ini menunjukkan  kekuatan Psychoterapi.Kalau penyakitnya ringan mungkin bisa sembuh total.Tapi kalau berat perlu tindakan pengobatan lain, dalam hal ini harus dilkukan operasi beneran di Rumah Sakit. Begitu pula dengan Ruqiyah yang sebenarnya Jin hanya.  sebagai kambing hitam saja.Padahal jin kan bukan makhlus halus. Keturunan selain bangsa Arab dan Israel ( dan mungkin bangsa lain yang sudah kabur/tidak jelas lagi sekitar Timur Tengah ) , sepert bangsa2 di Afrika ,Amerika, Eropa,Asia Australia adalah bangsa Jin. Jadi yang berhasil mamenuhi tantangan Allah untuk mengarungi luar angkasa ( Al-Qur’an 55:33 ) adalh bangsa Jin ( Amerika , Rusia dll ) ,bangsa Naas (Arab-Israel ) kalah dalam hal ini karena sibuk perang melulu.Dan ingat Ruqiyah sudah dilakukan orang2 Arab Jahiliyah. Rasulullah tidak melarang Ruqiyah asal tidak ada kesyirikan didalamnya.   Rasulullah dan Sahabat-2 beliau melalkukan Ruqiyah bukan hanya untuk Penyakit-2 Jiwa saja tetapi untuk Penyakit-2 Umum apa saja   .Kadang-2 cukup dengan bacaan surat Al-Fatihah saja .
Kalau Qarin-nya manusia mesti Jin, lalu siapa Qarin=nya Jin muslim ?  qarin itu pokoknya adalah teman dekat, bisa jin bisa manusia atau setan nafsunya sendiri yg tidak terkendali.  . Kebetulan yang dialami Rasulullah saw Qarin Jin yg tentunya bukan makhluk gaib. Dalam QS.43:36 ” Dan barang-  siapa yang berpaling dari peringatan Tuhan Yang Maha Pengasih, Kami biarkan Setan menggodanya, lalu Setan itu menjadi teman karibnya “. Sedang setan itu bisa dari Jin dan bisa Manusia dan bisa dari hawa nafsunya yang tidak terkendali. Wallahu a’lamu bishowab.